Yayasan Pengembangan Media Anak menempelkan stempel “berbahaya” untuk tayangan kartun Tom and Jerry & Crayon Sinchan. Sedangkan film Doraemon dimasukkan dalam kategori “hati-hati” (http://www.kidia.org/news/tahun/2008/bulan/07/tanggal/15/id/76/).
Entah apakah saking “saktinya” ketiga film tersebut sehingga mampu mengilhami pembuat virus untuk menggunakanya sebagai sarana menebar virus baru yang terditeksi oleh Norman Security Suite sebagai W32/VBWorm.PEC. Atau jangan-jangan pembuat virus ini sebenarnya programmer baik-baik yang berubah menjadi jahat (pembuat virus) setelah menonton film tersebut.
Kalau memang benar dugaan itu, maka solusi menyadarkan kembali pembuat virus dan cracker di indonesia kejalan yang benar sangat mudah. (yaitu tanya aja ma pak polisi).
“Pembuat virus” : Pak mau tanya, Jalan yang benar itu dimana?
“Pak Polisi” : Dari sini lurus aja, kalau kurang lurus ke Salon aja maz. Nah hbs itu, tanya ma mbak2 yang ada disalon aja ya maz...! (just kidding ya pak polisi)
Sebaiknya pembuat virus dan cracker yang tertangkap dikumpulkan saja dan setiap hari disuruh nonton film Naruto aja, cz ga level. Masa nama virus Tom and Jerry & Crayon Sinchan! lebih bagusan Sasuke, Itachi, Tsunade, Jiraya, dll.
Bagaimana ciri-ciri virus yang satu ini? Pertama, file Virus tampil dengan icon RealPlayer. Lalu, ukuranya sekitar 129kb, bertipe “Application”, dan menyandang ekstensi EXE.
Jika komputer terinfeksi oleh W32/VBWorm.PEC, maka virus akan memblokir beberapa fungsi Windows, seperti System Configuration Utility / MSConfig, Folder Options, dan System Restore. Selain itu, virus juga berusaha mematikan fungsi Windows yang lain, seperti Task Manager, Registry Editor, dan Command Prompt. Sama seperti virus lokal lain-nya, W32/VBWorm.PEC meninggalkan pesan pada My Computer, dengan mengubah “support information” dari system properties My Computer. Dan pada drive C, virus membuat file “ THE ROAD TO SYUHADA” dengan isi yang sama.
Sabtu, 27 September 2008
Waspadai Virus Doraemon
Langganan:
Entri (Atom)